Dalam penginderaan jauh atau remote sensing, tentunya menggunakan
berbagai gambar citra dari berbagai satelit-satelit penginderaan jauh. Dalam
penginderaan jauh dikenal beberapa satelit untuk proses penginderaan jauh
antara lain :
·
Landsat
·
IKONOS
·
QuickBird
·
NOAA
·
IRS
·
METEOSAT-5
·
SPOT
·
EO-1, dll
Dari berbagai satelit yang
digunakan diatas tentunya memiliki karakteristik dan spesifikasi yang berbeda.
Kelebihan dan kekurangan pada suatu citra akan menentukan pilihan bagi pengguna
sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Berikut merupakan spesifikasi dari
beberapa citra.
a. NOAA
Satelit
NOAA (National Ocean and Atmospheric
Administration) adalah satelit cuaca yang dioperasikan oleh National Ocean and Atmospheric
Administration (NOAA) Amerika. Menurut orbit satelit sateit NOAA bisa
dibagi menjadi dua macam yaitu orbit geostasioner dan orbit polar. Satelit NOAA
dengan orbit geostasioner adalah satelit yang memonitor belahan bumi bagian
barat pada ketinggian 22.240 mil di atas permukaan bumi, sedangkan satelit NOAA
dengan orbit polar adalah satelit yang memonitor bumi pada ketinggian 540 mil
di atas permukaan bumi (NOAA 2008).
Satelit NOAA termasuk kedalam
satelit sistem pasif dimana sumber tenaga utama untuk mengirim gelombang
elektromagnetik berasal dari matahari. Saat ini di atmosfer Indonesia melintas
setiap hari lima seri NOAA yaitu NOAA 12, NOAA 14, NOAA 15, NOAA 16, NOAA 17.
KARAKTERISTIK SATELIT NOAA-AVHRR
|
Dimensi
|
Tinggi : 165
in (4,19m)
Diameter : 74 in (1,88m) Solar array area : 180,6 ft² (16,8 m²) |
|
Berat
|
4920 lbs
(2231,7 kg)
|
|
Daya (Hidup
atau Mati)
|
879,9 W
|
|
Di Desain
Sampai
|
> 2 years
|
|
Orbit
|
Ketinggian:
870 km
Kemiringan: 98,856˚ Waktu Matahari Lokal : 13:40 |
|
Berat
Peralatan
|
982,5 lbs
(445,6 kg)
|
|
Daya Peralatan
|
450 W
|
|
Rata-rata
Waktu Matahari ketika Melewati Ekuator
|
Sekitar 14:00
|
|
Rata-rata Ketinggian
|
870 km
|
Citra NOAA di sebuah teluk di selatan USA.
Aplikasi dari satelit NOAA
adalah pemetaan distribusi hujan salju, pemantauan terhadap banjir, pemetaan
vegetasi, analisa kelembaban tanah secara regional, pemetaan distribusi bahan
bakar yang menyebabkan kebakaran liar (wildfire fuel mapping), pendeteksian
kebakaran, pemantauan badai gurun dan macam-macam aplikasi yang berkenaan
dengan gejala geografis, misalnya gunung api meletus.
b. MODIS
MODIS mengorbit bumi
secara polar (arah utara-selatan) pada ketinggian 705 km dan melewati garis
khatulistiwa pada jam 10:30 waktu lokal. Lebar cakupan lahan pada permukaan
bumi setiap putarannya sekitar 2330 km. Pantulan gelombang elektromagnetik yang
diterima sensor MODIS sebanyak 36 bands (36 interval panjang gelombang), mulai
dari 0,405 sampai 14,385 ¦Ìm (1 ¦Ìm = 1/1.000.000 meter). Data terkirim dari
satelit dengan kecepatan 11 Megabytes setiap detik dengan resolusi radiometrik
12 bits. Artinya obyek dapat dideteksi dan dibedakan sampai 212 (= 4.096) derajat
keabuan (grey levels). Satu elemen citranya (pixels, picture element) berukuran
250 m (band 1-2), 500 m (band 3-7) dan 1.000 m (band 8-36). Di dalam dunia
penginderaan jauh (remote sensing), ini dikenal dengan resolusi spasial. MODIS
dapat mengamati tempat yang sama di permukaan bumi setiap hari, untuk kawasan
di atas lintang 14 30, dan setiap 2
hari, untuk kawasan di bawah lintang 30, termasuk Indonesia.
Citra MODIS di atas Irak Selatan.
c. The
Indian Remote Sensing (IRS)
Karakteristik IRS-Pan

Citra IRS PAN Resolusi 5.8m lokasi di atas Benghazi Airport, Libya. © Antrix/Space Imaging.
d. SPOT-4
SPOT atau Systeme Pour I.Observation de la Terre. Berikut spesifikasi dari SPOT-4 :

Citra SPOT di Atacama Desert, Chile. (spotimage.fr)
e. Quickbird
Karakteristik Quickbird Beresolusi
spasial hingga 60 sentimeter untuk moda pankromatik dan 2,4 meter untuk moda multispektral .
Citra Quickbird beresolusi spasial
paling tinggi dibanding citra satelit
komersial lainnya. posisi orbitnya rendah, 400-600 km di atas Bumi.
Karakteristik Sensor Satelit Quickbird
·
Masa
Operasi :
7 tahun lebih
·
Orbit
:
97.2°, sun synchronous
·
Kecepatan
pada Orbit : 7.1 Km/detik
(25,560 Km/jam)
·
Kecepatan
diatas bumi : 6.8 km/detik
·
Akurasi
:
23 meter horizontal (CE90%)
·
Ketinggian : 450
kilometer
·
Resolusi
Pankromatik : 61 cm
(nadir) to 72 cm (25° off-nadir)
·
Multi
Spektral: : 2.44
m (nadir) to 2.88 m (25° off-nadir))
·
Cakupan
Citra : 16.5
Km x 16.5 Km at nadir
·
Waktu
Melintas Ekuator : 10:30 AM
(descending node) solar time
·
Waktu
Lintas Ulang : 1-3.5 days, tergantung latitude (30° off-nadir)

Citra Quickbird di atas Tampa, Florida USA. (digitalglobe.com)
Daftar Pustaka
www.zoomworldimage.com Diunduh pada 12 September 2012.
http://hmit.lk.ipb.ac.id/2010/06/23/penginderaan-jauh-dan-interpretasi-citra/
Diunduh pada 14 September 2012.
http://inderaja.blogspot.com/2007/11/interpretasi-citra.html
Diunduh pada 14 September 2012.

No comments:
Post a Comment