Pada masa kini
kebutuhan informasi geografi makin nyata dalam negara yang sedang membangun
seperti Indonesia, termasuk kegunaanya untuk pendidikan geografi dari sejak
sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Di satu sisi, diyakini bahwa informasi
geografi sangat penting dalam menunjukan sumberdaya alam dan fenomena spasial,
tetapi di lain pihak, informasi geografi tersebut belum diperoleh,
diselenggarakan dan dikelola sebagaimana mestinya dalam pengelolaan muka bumi,
karena belum menjadi prioritas dalam sistem pengelolaannya. Produk-produk
perundang-undangan terkait basisdata yang telah diterbitkan oleh pemerintah RI
(PP 10/2000 tentang ketelitian peta tematik pendukung tata ruang; Perpres
85/2007 tentang JDSN; dan RUU Tata Informasi Geografi), jelas memposisikan
informasi geografi sebagai substansi yang sangat vital dalam penyelenggaraan
negara NKRI, dan juga untuk menunjang pendidikan kebumian.
Dalam kegunaannya,
system informasi geografis berintegrasi dengan penginderaan jauh yang semakin
berkembang dalam hal teknik dan aplikasinya, termasuk aplikasinya di bidang
geografi, sumberdaya, lingkungan, pengembangan wilayah, kajian sumberdaya alam
dan mitigasi bencana alam. Perkembangan satelit di negara berkembang semakin
maju, termasuk di Thailand, Indonesia dan India. Amerika sebagai super power
teknologi ini, telah pula meluncurkan satelit yang menyajikan ukuran pixel
detil, 0,41m, dengan nama GeoEye-1. Indonesia telah meluncurkan TUBSAT pada
tahun 2007, bekerjasama dengan Jerman dan India.
Untuk itu inventarisasi,
pemetaan dan survei data tentang fenomena geografi, sumberdaya alam, dan
bencana alam dan informasi pendukungnya, pembentukan basisdata dan sistem
informasi kebencanaan perlu dilakukan agar identifikasi, deteksi, pemetaan,
monitoring, analisi dapat dilakukan dengan baik. Basisdata dan sistem informasi
tersebut dapat digunakan dalam berbagai aplikasi terasuk sistem peramalan dini
dan penentu kebijakan (Early Warning and Decision Support Systems). Dalam hal
aplikasi-aplikasi ini, tenaga geograf terampil sangat diperlukan.
Untuk keperluan
pendidikan, penginderaan jauh dan SIG dapat dimanfaatkan terutama untuk
deteksi, indentifikasi, pemetaan, pengukuran, analisis obyek geografi,
sumberdaya dan lingkungan, melalui produk-produk turunannya (photomap, spasiomap,
orthofoto, peta dasar, peta tematik, digital terrain model, system
informasi,…). Peragaan wajah bumi untuk pendidikan SMU dapat memanfaatkan
PJ/SIG dengan pilihan-plihan aplikasi yang bervariasi dalam menyusunnya.
DIGITAL ELEVATION MODEL
Digital Elevation Model
(DEM) merupakan bentuk penyajian ketinggian permukaan bumi secara digital.
Dilihat dari distribusi titik yang mewakili bentuk permukaan bumi dapat
dibedakan dalam bentuk teratur, semi teratur, dan acak. Sedangkan dilihat dari
teknik pengumpulan datanya dapat dibedakan dalam pengukuran secara langsung
pada objek (terestris), pengukuran pada model objek (fotogrametris), dan dari
sumber data peta analog (digitasi). Teknik pembentukan DEM selain dari
Terestris, Fotogrametris, dan Digitasi adalah dengan pengukuran pada model
objek, dapat dilakukan seandainya dari citra yang dimiliki bisa
direkonstruksikan dalam bentuk model stereo. Ini dapat diwujudkan jika tersedia
sepasang citra yang mencakup wilayah yang sama.
DEM digunakan dalam
berbagai apllikasi baik secara langsung dalam bentuk visualisasi model
permukaan tanah maupun dengan diolah terlebih dahulu sehingga menjadi produk
lain. Informasi dasar yang diberikan DEM dan digunakan dalam pengolahan adalah
koordinat titik-titik pada permukaan tanah.
Informasi lain yang
dapat diturunkan dari DEM adalah :
� Jarak
pada relief atau bentuk permukaan tanah
� Luas
permukaan suatu area
� Volume
galian dan timbunan
� Slope
dan Aspect
� Kontur
� Profil
Contoh
aplikasi-aplikasi yang menggunakan DEM, yaitu :
� Rekayasa
teknik sipil
� Pemetaan
hidrografi
� Pemetaan
topografi
� Pemetaan
geologi dan geofisiska
� Rekayasa
pertambangan
� Simulasi
dan visualisasi permukaan tanah
� Rekayasa
militer
DAFTAR
PUSTAKA
http://rustadi14-newsartikel.blogspot.com/2011/12/integrasi-teknologi-penginderaan-jauh.html
.
INTEGRASI TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH
DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SEBAGAI BAGIAN MATERI PENGETAHUAN UMUM. Diunduh
pada Minggu 18 November 2012.
http://km.ristek.go.id/assets/files/882.pdf . Laporan Akhir ‘PENGEMBANGAN METODE EKSTRAKSI OEM
(DIGITAL ELEVATION MODEL) DARI DATA ALOS PRISM’. Diunduh pada Minggu, 18
November 2012.
http://arryprasetya.blogspot.com/2010/05/definisi-dem-digital-elevation-model.html.
Definisi DEM
(DIGITAL ELEVATION MODELS). Diunduh
pada Minggu, 18 November 2012.

No comments:
Post a Comment