Dalam sebuah kota,
terdapat sekelompok masyarakat yang tinggal dengan segala aktivitasnya.
Aktivitas manusia semakin lama semakin berkembang, oleh karena itu dibutuhkan
suatu fasilitas guna menunjang aktivitas manusia tersebut. Fasilitas adalah
faktor atau hal-hal yang menunjang dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat.
Fasilitas sangat berpengaruh karena terkait persebaran penggunaan lahan bagi
pemukiman. Alokasi lokasi fasilitas bertujuan untuk melokasikan fasilitas
pelayanan sedemikian rupa sehingga total biaya atau usaha penduduk untuk
memperoleh pelayanan tersebut adalah minimal.
Fasilitas dibedakan
atas dua jenis, yaitu fasilitas umum dan fasilitas sosial. Fasilitas umum
berupa prasarana dasar seperti jalan, listrik, telepon, dan air, sedangkan fasilitas
sosial misalnya rumah sakit, pendidikan, perumahan, dan peribadatan. Semua
jenis fasilitas ini harus disediakan oleh pemerintah kota untuk menunjang
kegiatan masyaraktnya. Namun, tentu saja semua fasilitas, baik itu pelayanan
maupun aksesibiltas harus dapat dijangkau segala lapisan masyarakat.
Dalam penetapan lokasi fasilitas umum juga
perlu membedakan jenis pelayanan yang dapat diberikan oleh fasilitas umum
tersebut kedalam dua hal, yaitu pelayanan biasa dan darurat. Pelayanan biasa
tidak mensyaratkan ketentuan khusus daalm penetapannya. Sedangkan pelayanan
darurat emnsyaratkan bahwa dalam dalam penempatannya harus memenuhi standar
minimum agar dapat dijangkau secepat-cepatnya dan ememrlukan
fasilitas/peralatan yang memadai.
Menurut Rushton (1973) penetapan lokasi
suatu fasilitas umum di negara-negara berkembang dihadapkan pada
masalah-masalah nyata seperti berikut:
v Belum
berkembangnya sistem transportasi sehingga lokasi fasilitas umum sangat
tergentung pada pembangunan sarana transportasi.
v Pola
integrasi lokasi sebagai fasilitas umum, yaitu berbagai fasilitas umum harus
diintegrasikan sedemikian rupa sehingga pengembangan pola yang optimal suatu
fasilitas umum tertentu menjadi sulit dilakukan.
v Fungsi
melayani atau mencipakan kebutuhan, yaitu apakah fasilitas umum yang akan
ditempatkan tersebut dapat berguna melayani kebutuhan selain hanya menciptakan
kebutuhan.
v Memperbaiki
kesalahan sistem lokasi kolonial. Pada masa kkolonialisasi pola fasilitas umum
sangat dikaitkan dengan kepentingan penjajah yang memperlihatkan tujuan dan
kebutuhan penguasa semata. Keadaan ini sangat berbeda dengan negara berkembang
dimana tujuan pembangunan adalah pemerataan fasilitas umum.
v Pemerataan
tingkat kesejahteraan, penempatan fasilitas umum sering dilihat sebagai salah
satu alternatif pemerataan pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Kondisi penduduk daerah perkotaan umumnya
tersebar tidak merata dan penduduk tetap harus mendapatkan pelayanan dari
fasilitas yang dialokasikan di tempat yang berbeda-beda. Namun yang pasti semua
penduduk berhasrat sama agar lokasi fasilitas-fasilitas itu benar-benar
memiliki kemudahan untuk dicapai (most accessible) untuk melakukan berbagai
kegiatan penduduk (Rushton, 1973). Oleh karena itu suatu fasiliats harus berlokasi
pada tempat-tempat yang memiliki kemudahan untuk dicapai.
Lokasi untuk pelayanan umum biasanya
ditentukan oleh biaya yang dapat dijadikan masyarakat. Lokasi ini pun mempunyai
banyak pilihan. Dari pilihan yang ada tersebut masyarakat akan memilih yang
berada dalam posisi most accessible bagi mereka. Tidak hanya pada masalah
lokasi umum namun pada masalah lain mereka juga akan tertarik pada fasilitas
yang most accessible. Pengertian most accessible sendiri menurut pendapat
Rushton (1973) adalah:
Jumlah jarak (total)
semua penduduk dari fasilitas yang terdekat adalah minimum. Kriteria ini
disebut juga meminimalkan jarak rata-rata atau disebut dengan kriteria jarak
rata-rata.
v Jarak
terjauh dari penduduk ke fasilitas yang terdekat adalah minimun. Kriteria ini
disebut meminimalkan jarak maksimum.
v Jumlah
penduduk disekitar masing-masing fasilitas yang terdekat kira-kira sama.
Kriteria ini disebut kesamaan penetapan.
v Jumlah
penduduk disekitar fasilitas yang terdekat selalu lebih besar dari jumlah
tertentu. Kriteria ini disebut kendala batas ambang.
v Jumlah
penduduk didaerah sekitar fasilitas yang terdekat tidak pernah lebih besar dari
jumlah tertentu. Kriteria ini disebut kendala kapasitas.
Diperlukan suatu
aktivitas transportasi atau pergerakan penduduk guna mendapatkan fasilitas yang
dibutuhkan. Transportasi sendiri berkaitan dengan aksesibilitas. Terdapat
beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam aksesibilitas, antara lain :
v Jarak
rata-rata : total jarak semua penduduk dari fasilitas terdekatnya adalah
minimum, atau minimasi jarak agregat rata-rata
v Jarak
minimal : jarak terjauh penduduk dari fasilitas terdekatnya adalah minimum
v Pembebanan
sama : jumlah penduduk pada wilayah yang berdekatan di sekitar setiap fasilitas
kurang lebih sama
v Ambang
batas : jumlah penduduk pada wilayah yang berdekatan di sekitar setiap
fasilitas selalu lebih besar dari suatu jumlah tertentu
v Batas
kapasitas : jumah penduduk pada wilayah yang berdekatan di sekitar setiap
fasilitas tidak lebih dari suatu jumlah tertentu
Kriteria-kriteria di
atas tergantung pada jenis fasilitas dan prefensi dalam mengambil keputusan.
Penggunaan kriteria-kriteria tesebut dapat dikombinasikan misalnya, antara
jarak rata-rata dengan ambang batas. Diperlukan banyak pertimbangan dalam
pengalokasian lokasi fasilitas. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan
meminimalkan jarak dan dapat digunakan analisis p-median untuk mencapainya.
Maka dapat disimpulkan
bahwa, tujuan dilakukan pengalokasi lokasi fasilitas sendiri adalah untuk
mengalokasi fasilitas pelayanan sedemikian rupa sehingga total biaya atau usaha
penduduk untuk memperoleh pelayanan tersebut adalah minimal. Masyarakat tidak
perlu untuk mengeluarkan ongkos yang banyak jika lokasi fasilitas dekat dengan
tempat tinggal. Dengan memaksimalkan aksesibilitas masyarakat terhadap
fasilitas.
DAFTAR PUSTAKA
Http://Iin's-DiAry/ALOKASI-LOKASI-FASILITAS/.blogspot.com.Alokasi
Lokasi Fasilitas. Diunduh pada Kamis, 29 November 2012.
http://utariardian.wordpress.com/2012/11/14/analisis-lokasi-alokasi-fasilitas/.
Analisis Lokasi Alokasi Fasilitas. Diunduh pada Kamis, 29 November 2012.

No comments:
Post a Comment