A.
Highpass
Filter
High pass filter adalah
proses filter yang mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang tinggi dan perbedaan intensitas yang
rendah akan dikurangi atau dibuang. Highfilter akan
memperkuat komponen yang berfrekuensi tinggi dan menurunkan komponen
berfrekuensi rendah. Penajaman citra lebih berpengaruh (edge) suatu objek, maka
image sharpening sering disebut sebagai penajaman tepi(edge sharpening).
Highpass filtering koefisien-koefisien filternya bisa bernilai positip, nol,
atau negatif. Sedangkan jumlah koefisiennya adalah 0 atau 1. Apabila jumlah
koefisien = 0, maka komponen
berfrekuensi rendah akan turun nilainya, sedangkan apabila jumlah koefisien
sama dengan 1, maka komponen berfrekuensi rendah akan tetap sama dengan nilai
semula. Komponen citra yang berfrekuensi tinggi akan diloloskan dan komponen
yang mempunyai frekuensi rendah akan ditahan.
B. Klasifikasi
Citra
Klasifikasi
citra merupakan suatu proses pengelompokan seluruh pixel pada suatu citra
kedalam dalam kelompok sehingga dapat diinterpretasikan sebagai suatu property
yang spesifik (Chein-I Chang dan H.Ren, 2000). Ada dua metode umum dalam
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan citraan satelit yaitu klasifikasi
takterbimbing dan klasifikasi terbimbing yang berkaitan dengan paendekatan
dalam pengenalan pola.
Pada
intinya, prinsip klasifikasi yang dilakukan dalam computer pengolahan citra
adalah pengelompokan individu atau set pixel untuk mewakili beberapa fitur,
kelas atau materi yang plotkan berdasarkan ciri oleh serangkaian (umumnya
kecil) dari DNS untuk setiap band yang dimonitor oleh sensor .dan kemudian
dianalisis secara statistic untuk menentukan derajat keunikan pixel pixel
tersebut terhadap tanggapan spectral objek dan dikelompokkan dalam klaster.
a. Klasifikasi
Citra Terbimbing (Supervised
Classification)
Proses
pengklasifikasian klasifikasi terbimbing dilakukan dengan prosedur pengenalan
pola spektral dengan memilih kelompok atau kelas-kelas informasi yang
diinginkan dan selanjutnya memilih contoh-contoh kelas (training area) yang
mewakili setiap kelompok, kemudian dilakukan perhitungan statistik terhadap
contoh-contoh kelas yang digunakan sebagai dasar klasifikasi.
b. Klasifikasi
Citra Tidak Terbimbing (Unsupervised Classification)
Dalam klasifikasi tidak
terbimbing setiap pixel diperbandingkan dengan kluster diskret untuk melihat
untuk pixel-pixel mana yang memiliki kemiripan yang tinggi dan dikelompokkan
dalam klaster klaster. Kemudian didiperbandingkan dengan kenampakan objek yang
sebenarnya bila hasil klaster masih kurang memuaskan, maka perlakuan-perlakuan
itu diulangi lagi untuk mencari kombinasi klaster yang lebih sesuai.

No comments:
Post a Comment