Kondisi lahan dari tahun ke tahun selalu berubah seiring juga
dengan penggunaannya. Perubahan penggunaan lahan erat kaitannya dengan
pencanangan pembangunan dan perkembangan suatu wilayah sebab lahan tersebut
harusnya digunakan sesuai fungsi aslinya. Penggunaan lahan merupakan hasil
akhir dari setiap bentuk campur tangan kegiatan (intervensi) manusia terhadap
lahan di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan hidup baik material maupun spiritual (Arsyad, 1989). Secara umum
penggunaan lahan di Indonesia merupakan akibat nyata dari suatu proses yang
lama dari adanya interaksi yang tetap, adanya keseimbangan, serta keadaan dinamis antara aktifitas-aktifitas
penduduk diatas lahan dan keterbatasan-keterbatasan di dalam lingkungan tempat
hidup (As-syakur dkk., 2010). Penggunaan lahan berkaitan erat dengan
ketersediaan lahan dan air. Ketersediaan lahan Perubahan Penggunaan Lahan Di
Provinsi Bali dan air akan menentukan produktivitas sumberdaya yang mampu
diproduksi, selain itu juga mampu memberikan data tentang potensi produksinya.
Analisis dapat
dilakukan melalui interpretasi citra. Interpretasi citra merupakan suatu
kegiatan untuk menentukan bentuk dan sifat obyek yang tampak pada citra,
berikut deskripsinya.interpretasi citra dan fotogrametri berhubungan erat,
meskipun keduanya tidak sama. Bedanya, fotogrametri berkepentingan dengan
geometri obyek, sedangkan interpretasi citra berurusan dengan manfaat,
penggunaan, asal-usul, ataupun identitas obyek yang bersangkutan (Glossary of
the Mapping Science, 1994).
v METODE PENGINDERAAN JAUH
Dalam metode penginderaan jauh menurut Roscoe
(1960) dalam Sutanto (1992), terdapat 6 tahapan yaitu ;
1. Merumuskan Masalah dan Tujuan dalam Metode Penginderaan
Jauh
Perumusan
tujuan dimulai dengan perumusan masalah secara jelas. Masalah dapat berupa
sesuatu yang aneh yang tidak pada tempatnya atau tidak biasa terjadi, sesuatu
yang kurang jelas, sesuatu yang menimbulkan tantangan. Misalnya pemotretan bagi
sebagian wilayah Indonesia yang hampir selalu tertutup oleh awan (Tejoyuwono,
1982 dalam Sutanto, 1992:83).
2. Cara Mengevaluasi Kemampuan dalam Metode
Penginderaan Jauh
Setelah masalah dan tujuan dirumuskan dengan jelas, barulah dilakukan
penilaian terhadap kemampuan pelaksanaannya yang menyangkut tentang kemampuan
pelaksanaan dan timnya, alat, perlengkapan, dana dan
waktu yang tersedia. Antara kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai harus
sesuai.
3. Pemilihan Cara Kerja dalam
Metode Penginderaan Jauh
Agar dapat dilakukan pemilihan cara kerja yang baik,
perlu diketahui tentang perencanaan penggunaan lahan dan apa pula tugasnya.
4. Hal-hal yang Perlu Dilakukan
dalam Tahap Persiapan Metode Penginderaan Jauh
Menurut Sutanto (1992:87-92) menyatakan dalam tahap
persiapan metode penginderaan jauh ada empat, yakni sebagai berikut:
a) Menyiapkan
data acuan, data acuan adalah data yang bukan berasal dari penginderaan jauh,
akan tetapi data tersebut diperlukan dalam interpretasi citra.
b) Menyiapkan
data penginderaan jauh, Data pengideraan jauh adalah hasil perekaman obyek
dengan menggunakan sensor buatan.
c) Menyiapkan
mosaik, mosaik foto adalah serangkaian foto daerah tertentu yang disusun
menjadi satu lembar foto.
d) Orientasi
medan, pekerjaan ini dilakukan dengan membawa foto ke medan. wujud yang
digambarkan foto dicocokkan dengan wujud sebenarnya di medan/lapangan.
v TAHAPAN PENGOLAHAN
Langkah-langkah
umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat
dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah :
1.
Deteksi
Pada
tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi obyek yang terekam pada foto udara
maupun foto satelit
2.
Identifikasi
Mengidentifikai
obyek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal.
3.
Pengenalan
Pengenalan
obyek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan obyek yang tampak
pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu
4.
Analisis
Analisis
bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama
5.
Deduksi
Merupakan
kegiatan pemrosesan citra berdasarkan obyek yang terdapat pada citra ke arah
yang lebih khusus.
6.
Klasifikasi
Meliputi
deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari obyek yang terdapat pada citra
7.
Idealisasi
Penyajian
data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.
DAFTAR
PUSTAKA
http://publikasiilmiah.ums.ac.id:8080/xmlui/bitstream/handle/123456789/1271/FG%2004.pdf?sequence=1
. PENGGUNAAN CITRA SATELIT UNTUK KAJIAN
PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA SEMARANG. Diunduh pada Senin, 12
November 2012.
http://geoenviron.blogspot.com/2012/04/penginderaan-jauh.html.
Penginderaan Jauh. Diunduh pada Selasa, 13 November 2012.
http://bub-e.blogspot.com/2012/08/metode-penginderaan-jauh.html
. Metode Penginderaan Jauh. Diunduh pada Selasa, 13 November 2012.
http://pplh.unud.ac.id/wp-content/uploads/2012/02/Perubahan-Penggunaan-Lahan-Di-Provinsi-Bali.pdf.
Perubahan Penggunaan Lahan di Provinsi Bali. Diunduh pada 26 November 2012.

No comments:
Post a Comment