Analisis
keruangan adalah analisis lokasi yang menitik beratkan pada tiga unsur jarak
(distance), kaitan (interaction) dan gerakan (movement), tujuan dari analisis
keruangan adalah untuk mengukur apakah kondisi yang ada sesuai sesuai dengan
struktur keruangan, dan menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu
hubungan antara ekonomi dan interaksi keruangan, aksesibilitas antara pusat dan
perhentian suatu wilayah, dan hambatan interaksi, hal ini didasarkan oleh
adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat kegiatan bagi tempat-tempat
lain, serta adanya hirakri diantara tempat-tempat tersebut.
Analisis
keruangan didasarkan pada keberadaan tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat
kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta terdapatnya hirarki diantara
tempat-tempat tersebut. Analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi
mengenai sifat-sifat penting maupun seri sifat-sifat yang penting, dengan
pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menguasai pola persebaran dan bagaimana
pola tersebut diubah agar penyebaran tersebut menjadi lebih efisien dan wajar.
Dengan kata lain, dalam analisis keruangan yang harus diperhatikan adalah
pertama, terkait penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua,
penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan
(Bintarto, 1982: 12).
Terdapat
3 faktor terjadinya Interaksi Keruangan (Ullman, 1956) :
a. Komplementaritas
regional yaitu adanya region yang berbeda kemampuan sumberdayanya, disuatu
pihak surplus dan dilain pihak minus. Kondisi ini memberikan kemungkinan
terjadinya pengaliran yang besar dan meningkatkan perpindahan arus. Kondisi ini
memberikan kemungkinan terjadinya pengaliran arus perpindahan yang besar.
Komplementaritas antar dua kota atau kelompok manusia berkaitan dengan
permintaan dan penawaran.
b. Kesempatan
berintervensi, adanya kemungkinan perntara yang dapat menghambat terjadinya
perpindahan barang atau manusia.
c. Kemudahan
transfer dalam ruang ( spatial transferability ) adalah fungsi jarak yang
diukur dalam biaya dan waktu yang nyata. Komoditi tertentu yang dibutuhkan
sesuatu daerah dari daerah lain yang tertentu pula, memiliki daya transfer yang
tinggi, jarak yang ditempuh, biaya angkut yang memadai, dan transportasi yang
lancar merupakan kemudahan transfer dalam ruang yang menjamin lancarnya
interaksi.
Suatu
wilayah tertentu bergantung pada wilayah lain, demikian juga wilayah lain
memiliki ketergantungan pada wilayah tertentu. Diantara wilayah-wilayah
tersebut, terdapat wilayah-wilayah tertentu yang memiliki kelebihan dibanding
yang lain sehingga wilayah tersebut memiliki beberapa fasilitas yang mampu
melayani kebutuhan penduduk dalam radius yang lebih luas, sehingga penduduk
pada radius tertentu akan mendatangi wilayah tersebut untuk memperoleh
kebutuhan yang diperlukan. Morlok (1988) mengemukakan bahwa akibat adanya
perbedaan tingkat pemilikan sumberdaya dan keterbatasan kemampuan wilayah dalam
mendukung kebutuhan penduduk suatu wilayah menyebabkan terjadinya pertukaran
barang, orang dan jasa antar wilayah. Dalam menyelenggarakan kehidupannya,
manusia mempergunakan ruang tempat tinggal yang disebut permukiman yang
terbentuk dari unsur-unsur working, opportunities, circulation, housing,
recreation, and other living facilities (Hadi Sabari Yunus, 1987).
Unsur
circulation adalah jaringan transportasi dan komunikasi yang ada dalam
permukiman. Sistem transportasi dan komunikasi meliputi sistem internal dan
eksternal. Perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain
selalu melalui jalur-jalur tertentu. Tempat asal dan tempat tujuan dihubungkan
satu sama lain dengan suatu jaringan (network) dalam ruang. Jaringan tersebut
dapat berupa jaringan jalan, yang merupakan bagian dari sistem transportasi.
Transportasi merupakan hal yang penting dalam suatu sistem, karena tanpa
transportasi perhubungan antara satu tempat dengan tempat lain tidak terwujud
secara baik (Bintarto, 1982). Hurst (1974) mengemukakan bahwa interaksi antar
wilayah tercermin pada keadaan fasilitas transportasi serta aliran orang,
barang, maupun jasa. Transportasi merupakan tolok ukur dalam interaksi
keruangan antar wilayah dan sangat penting peranannya dalam menunjang proses
perkembangan suatu wilayah.
DAFTAR
PUSTAKA
http://indrajayaadriand.wordpress.com/2009/01/20/tugas-1-sri-rahayu-teori-lokasi-dan-pola-ruang/
.
Teori Lokasi dan Pola Ruang. Diunduh pada Rabu, 14 November 2012.
http://annisamuawanah.blogspot.com/2012/01/analisis-interaksi-keruangan.html
Analisis Interaksi Keruangan. Diunduh pada
Rabu, 14 November 2012.

No comments:
Post a Comment