Industri merupakan kegiatan
pengolahan yang mengubah bentuk benda menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan
kegunaan berbeda dan lebih besar. Dalam kegiatan industri terdapat
pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan skala operasi, maksudnya berapa
jumlah yang dihasilkan dan pada tingkatan harga berapa produk akan dijual,
teknik produksi yang diperlukan untuk melakukan inovasi mengkombinasikan tenaga
kerja,modal,maupun mesin berteknologi yang digunakan dalam proses produksi.
Serta lokasi pabrik yang menentukan dimana proses pengolahan akan dijalankan,
kontribusi pengaruhnya terhadap biaya produksi untuk mencapai keuntungan
maksimal, juga berbagai fasilitas yang akan menunjang kegiatan industri itu
sendiri.
Fasilitas produksi adalah sesuatu
yang dibangun, diadakan atau diinvestasikan guna melaksanakan aktivitas
produksi. Lokasi pabrik yang paling ideal adalah terletak pada suatu tempat yang
akhirnya mampu memberikan total biaya produksi yang rendah dan keuntungan yg
maksimal. Agar tidak terjadi dampak negatif dari masyarakat, dalam memilih
lokasi pabrik harus memperhatikan kelayakan aspek hukum, sosial, ekonomi dan
budaya. Penentuan lokasi strategis pabrik harus memperhatikan dua faktor,
yakni:
- Faktor primer, yaitu bahan baku dan bahan pembantu, tenaga kerja, sarana transportasi, listrik, air, komunikasi dan letak pasar sasaran.
- Faktor sekunder, yaitu iklim, keadaan tanah, kemungkinan pengembangan dan kebijakan pemerintah.
Tujuan kedua faktor di atas
adalah mengurangi pemborosan dalam hal pembangunan gedung, pengadaan
peralatan, kebutuhan modal kerja.
Jenis data penentuan lokasi pabrik
:
- Data kuantitatif, seperti jumlah dan biaya bahan baku, bahan tambahan, tenaga kerja, transportasi, listrik, air, alat komunikasi, bangunan dan peralatan.
- Data kualitatif, seperti kualitas sarana transfortasi, iklim dan kebijakan pemerintah.
Dasar-dasar pemilihan lokasi
pabrik :
Dasar-dasar pemilihan lokasi
pabrik :
- Pemilihan daerah atau teritorial secara umum.
- Pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk dan lahan secara khusus.
Kondisi umum yg berpengaruh dalam
proses penetuan lokasi pabrik:
- Lokasi di kota besar (city location)
Ø Diperlukan
tenaga kerja terampil dengan jumlah yg besar.
Ø Proses
produksi tergantung pada fasilitas-fasilitas seperti listrik, gas, dan
lain-lain.
Ø Kontak
dengan pemasok dekat dan cepat.
Ø Sarana
transportasi dan komunikasi mudah didapatkan.
Ø Ekspansi
sulit dilakukan dan harga tanah mahal.
Ø Banyak
persoalan tenaga kerja.
2.
Lokasi di pinggir kota (suburban
location)
Ø Semi
skilled atau female labor mudah diperoleh.
Ø Menghindari
pajak yang berat.
Ø Tenaga
kerja tinggal dekat dengan lokasi pabrik.
Ø Populasi
tidak besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul.
3.
Lokasi jauh di luar kota (country
location)
Ø Lahan
yg luas sangat diperlukan (ekspansi yang akan datang).
Ø Pajak
terendah lebih dikehendaki.
Ø Tenaga
kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki.
Ø Upah
buruh lebih rendah mudah didapatkan.
Ø Baik
untuk proses manufakturing produk-produk yg berbahaya.
Selain
hal-hal di atas, pada penentuan lokasi pabrik industri, bergantung pada :
Ø
SKALA PRODUKSI, biaya per unit dibandingkan dengan
jumlah produk
Ø
BIAYA TRANSPORTASI, vertikal dan horizontal
Ø
KETERKAITAN, menghubungkan produksi dengan pasar dan biaya per
unit dibandingkan dengan jarak yang ditempuh
Ø
LINGKUNGAN BISNIS, kebijakan pemerintah dan lokasi
pesaing
Ø
FAKTOR KESEJARAHAN, apabila di suatu tempat memiliki nilai
kesejarahan yang dapat menambah permintaan produk dari pabrik tersebut
Ø
SELERA PERORANGAN maupun INDIVIDU, berupa budaya ataupun
kepercayaan yang dipegang oleh orang yang akan membangun suatu pabrik
Pemilihan
lokasi industri juga memiliki langkah-langkah agar lokasi yang dipertimbangkan merupakan
lokasi yang tepat bagi pendiri pabrik. Prosedur dalam pemilihan lokasi industry
:
Ø
1. Plant Analysis
Di dalam plant analisis yang dilakukan
adalah mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhi lokasi industri
dari yang tidak berpengaruh sampai yang paling berpengaruh. Selanjutnya hal
yang dilakukan adalah penentuan keputusan lokasi industri. Apakah sebaiknya
memilih loksai industri baru untuk dibangun pabrik ataukah lebih baik jika
melakukan pemindahan dari lokasi industri yang lama (relokasi). Setelah itu,
menganalisis kondisi lingkungan lokasi industri yang akan dibangun pabrik.
Kondisi lingkungan yang dimaksud adalah keberadaan pesaing dan kemampuan daya
saing yang dimiliki. Hal terakhir dalam tahapan ini adalah menentukan opsi-opsi
lokasi industri sebagai alternatif.
Ø
2. Field Analysis
Di dalam field analysis yang
dilakukan adalah melakukan observasi lapangan dari semua opsi-opsi lokasi
industri yang telah di-list di bagian plant analysis.
Pada tahap ini biasanya dapat ditentukan dimana lokasi industri yang paling
potensial.
KESIMPULAN
Ø
Pada dasarnya faktor – faktor yang mempengaruhi
pemilihan lokasi dapat dikelompokkan menjadi faktor – faktor yang berkaitan
dengan input dan output produksi, faktor – faktor yang berkaitan dengan proses
produksi dan faktor – faktor yang berkaitan dengan kondisi lingkungan luar.
Ø
Agar diperoleh suatu lokasi industri yang
tepat untuk dibangun sebuah pabrik, maka diperlukan analisis dengan
tahapan-tahapan tertentu yaitu plant analysis dan field
analysis.
DAFTAR PUSTAKA
http://lillollipop.wordpress.com/2011/10/02/dasar-dasar-dan-analisis-lokasi-kegiatan-industri/
. “Analisis Lokasi Industri”. Diunduh pada 29 September 2012.
http://destination-teendestination.blogspot.com/2010/10/analisis-lokasi-industri.html
. “Analisis Lokasi Industri”. Diunduh pada 29 September 2012.

No comments:
Post a Comment