Dalam penerapan ilmu
Perencanaan Wilayah dan Kota, analisis Lokasi dan Pola Ruang sangatlah di
butuhkan dalam merencanakan sebuah wilayah sangat dipengaruhi oleh bagaimana
bentuk ruang dan pola sebuah wilayah. Analisis keruangan adalah analisis lokasi
yang menitik beratkan pada tiga unsur jarak (distance), kaitan (interaction)
dan gerakan (movement), tujuan dari analisis keruangan adalah untuk mengukur
apakah kondisi yang ada sesuai sesuai dengan struktur keruangan, dan
menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu hubungan antara ekonomi dan
interaksi keruangan, aksesibilitas antara pusat dan perhentian suatu wilayah,
dan hambatan interaksi, hal ini didasarkan oleh adanya tempat-tempat (kota)
yang menjadi pusat kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya hirakri
diantara tempat-tempat tersebut.
Dalam prosesnya,
menentukan atau menganalisis lokasi dan pola ruang suatu kawasan memerlukan
alat bantu untuk memudahkan. Salah satu alat yang bisa di gunakan adalah
menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG merupakan sebuah
alat bantu baik sebagai tools maupun bahan tutorial utama. Menurut
Murai dalam Muhammad (2009) mengartikan
Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai
sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah,
menganalisis dan menghasilkan data bereferensi
geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam
perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan,
transfortasi, fasilitas kota dan pelayanan umum lainnya.
Walaupun SIG memiliki
banyak definisi, pada prinsipnya penggunaan SIG tak lepas dari perangkat keras
dan perangkat lunak komputer serta manajemen data dan informasi yang
berhubungan dengan permukaan bumi dengan kemampuan visualisasi dan analisa unik
yang digunakan untuk pemetaan.
Data
yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang
berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat
tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa
pertanyaan seperti; lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan
inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya (UNDP, 2007).
Penerapan SIG mempunyai
kemampuan yang sangat luas, baik dalam proses pemetaan dan analisis sehingga teknologi
tersebut sering dipakai dalam proses perencanaan tata ruang. Selain itu, pemanfaatan
SIG dapat meningkatkan efisiensi waktu dan ketelitian atau akurasi.
Pemodelan Sistem
Informasi Geografis untuk penentuan lokasi
menyatakan bahwa:
1. Dengan
adanya Sistem Informasi Geografis penentuan lokasi yang strategis dan sesuai
sasaran dapat dianalisis dengan cepat.
2. Dengan
adanya Sistem Informasi Geografis yang mampu melakukan analisis pemilihan suatu lokasi yang ideal,
3. Penentuan
lokasi dengan menggunakan metode konvensional memerlukan waktu yang cukup lama.
DAFTAR
PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26149/3/Chapter%20II.pdf.
Diunduh pada Sabtu, 08 Desember 2012.
http://ifatrah.blogspot.com/2010/12/review-litelatur-aplikasi-sig-untuk.html.
Review Litelatur Aplikasi Sig Untuk Analisis Interaksi Keruangan. Diposkan
oleh siti
Fatimah Azzahra. Diunduh pada
Sabtu, 08 Desember 2012.
Nurdiansyah,
Muhammad. 2009. Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Lokasi Spbu Baru Di
Surabaya. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh
Nopember. Diunduh pada Sabtu, 08 Desember 2012.

No comments:
Post a Comment