Alfred
Webber dan August Losch merupakan pencetus teori tentang lokasi industry.
Wrbber dalam teorinya menyebutkan bahwa bahwa lokasi industri sebaiknya
diletakkan di tempat yang menyebutkan bahwa lokasi industri sebaiknya diletakkan
ditempat yang memiliki biaya yang memiliki sewa lahan paling minimal. Tempat
yang memiliki total biaya transportasi dan tenaga kerja yang minimal dan
cenderung identik dengan tingkat keuntungan yang maksimal. Ada tiga faktor yang
mempengaruhi lokasi industri, yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan
kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Dalam menjelaskan keterkaitan biaya
transportasi dan bahan baku Weber menggunakan konsep segitiga lokasi atau
locational triangle untuk memperoleh lokasi optimum. Untuk menunjukkan apakah
lokasi optimum tersebut lebih dekat ke lokasi bahan baku atau pasar.
Dalam segitiga lokasi
Weber di samping, memperlihatkan bagaimana cara meminimalkan biaya
transportasi. Memperhitungkan berat bahan baku = w (S1) ton yang akan
ditawarkan di pasar M, w (S1) dan w (S2) ton material yang berasal dari
masing-masing S1 dan S2 yang diperlukan. Masalahnya berada dalam mencari lokasi
pabrik yang optimal P terletak di masing-masing jarak d (M), d (S1) dan d (S2).
Beberapa metodologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah seperti
menggambarkan sebuah analogi ke dalam sistem bobot dan pulleys (Varignon's
solusi) atau menggunakan trigonometri. Cara lain yang biasanya dipilih oleh
para ahli geografi adalah dengan SIG.
Teori
Lokasi Weber ini bisa menjelaskan dengan sangat baik mengenai indutri berat
mulai revolusi industri sampai dengan pertengahan abad dua puluh. Bahwa
kegiatan yang lebih banyak menggunakan bahan baku cenderung untuk mencari
lokasi dekat dengan lokasi bahan baku, seperti pabrik alumunium lokasinya
harus dekat lokasi tambang dan dekat
dengan sumber energi (listrik).
Tidak
terlalu berbeda dengan Weber, dalam teorinya, Losch mengungkapkan bahwa lokasi
penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh
dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh
tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang
menghasilkan penjualan terbesar.
Losch
menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar utama Losch adalah
memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi
industri, Kedua, kritik terhadap pendahulunya yang selalu berorientasi pada
biaya terkecil; padahal yang biasanya dilakukan oleh industri adalah
memaksimalkan keuntungan(profit– revenue maximation) dengan berbagai asumsi,
Losch mengemukakan bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan
keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand.
Perdagangan
baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan,
ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
1.
Setiap lokasi industri harus menjamin keuntungan maksimum bagi penjual maupun
pembeli.
2.
Terdapat cukup banyak usaha pertanian dengan penyebaran cukup merata sehingga
seluruh permintaan yang ada dapat dilayani.
3.
Terdapat free entry dan tak ada petani yang memperoleh super-normal propfit
sehingga tak ada rangsangan bagi petani dari luar untuk masuk dan menjual
barang yang sama di daerah tersebut.
4.
Daerah penawaran adalah sedemikian hingga memungkinkan petani yang ada untuk
mencapai besar optimum, dan
5.
Konsumen bersikap indifferent terhadap penjual manapun dan satu-satunya
pertimbangan untuk membeli adalah harga yang rendah.
Dan
pada akhirnya, teori ini akan mendorong pabrik setiap tahunnya akan mencari
lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Dalam hal ini, di
harpkan pula tidak adanya pabrik lain di wilyah yang sama menghasilkan barang
yang sama pula, karena akan mengurangi pendapatan. Oleh karena itu, dalam teori
ini terdapat kecenderungan bahwa pabrik di bangun secara merata dan saling
bersambungan sehingga membentuk heksagonal.
Kesimpulannya
adalah, baik dari teori Weber maupun Losch, faktor yang mempengaruhi
perkembangan kawasan industri adalah adanya transportasi yang memadai. Peranan
sarana transportasi ini untuk menyediakan aksesbilitas bagi masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta untuk meningkatkan kehidupan sosial
ekonomi. Semakin kecil biaya transportasi dari lokasi bahan baku ke tempat
produksi maka jumlah biaya yang digunakan untuk mengangkut bahan baku maupun
hasil produksi akan semakin kecil pula. Pada intinya, lokasi dimana industry
tersebut berdiri, akan mempengaruhi modal yang diperlukan dan keuntungan yang
didapatkan.

No comments:
Post a Comment