Pages

ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR Myspace Falling Objects @ JellyMuffin.com ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR ELF ♥ SUPER JUNIOR Myspace Layouts

Friday, December 21, 2012

[PDC-Review] Penginderaan Jauh


Ø  Pengertian Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh merupakan langkah untuk mendapatkan suatu informasi tentang suatu objek tanpa bersinggungan langsung melalui sebuah alat. Berikut beberapa pemahaman mengenai penginderaan jauh dari beberapa ahli :
a.      Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
b.      Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985).
c.       Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren, 1985).

Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya memperoleh informasi tentang objek dengan menggunakan alat yang disebut “sensor” (alat peraba), tanpa kontak langsung dengan objek.
Informasi atau data yang diperoleh dari penginderaan jauh citra. Sedangkan untuk dapat menggunakan citra tersebut harus diterjemahkan atau diinterpretasikan.
Interpretasi citra merupakan kegiatan mengkaji foto udara dan atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut (Estes dan Simonett, 1975).
Dalam menginterpretasi citra dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :
a.      Deteksi, ialah pengenalan objek yang mempunyai karakteristik tertentu oleh sensor.
b.      Identifikasi, ialah mencirikan objek menggunakan data rujukan.
c.       Analisis, yaitu mengumpulkan keterangan lebih lanjut secara terinci.
Ø  Sistem Penginderaan Jauh
Secara umum system penginderaan jauh dibagi menjadi system aktif dan system pasif. Dimana penginderaan jauh system aktif menggunakan sumber tenaga buatan sebagai sumber tenaga. Dan penginderaan jauh system pasif menggunakan pancaran cahaya, hanya dapat beroperasi pada siang hari saat cuaca cerah. Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga pancaran tenaga thermal dapat beroperasi pada siang hari maupun malam hari, namun resolusi spasialnya semakin kasar karena panjang gelombangnya semakin besar.

Ø  Karakteristik Data Penginderaan Jauh
a.      Resolusi spasial: yaitu ukuran objek terkecil yang masih dideteksi oleh satelit, contoh : Landsat (30m & 15m), IKONOS (1m, 4m), Quickbird (0,6m)
b.      Resolusi spectral adalah jumlah, lebar maupun jenis kanal elektromagnetis dan sensornya. Contoh : citra Landsat 7ETM mempunyai 6 kanal di daerah refleksi dan 1 kanal di daerah emisi thermal, serta 1 kanal pankromatik, sedangkan citra SPOT5 mempunyai 4 kanal multispectral di daerah refleksi dan 1 kanal pankromatik.
c.       Resolusi temporal : yaiutu waktu standar yang dibutuhkan oleh satelit inderaja tersebut untuk kembali ke lokasi tertentu di Bumi. Contoh : Landsat (16 hari), Modis (4 hari sekali).
d.      Karakteristik radiometric yaitu pada umumnya resolusinya 8 bit namun data NOAA 10 bit dan untuk data radar 16 bit.

Ø  Hasil-hasil Penginderaan Jauh
a.      Jenis Citra
Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra non foto (non photographic image). Perbedaan pokok keduanya disajikan pada tabel.

Ø  Manfaat Penginderaan Jauh
Tujuan utama dari penginderaan jauh adalah untuk mengumpulkan data seumber daya alam dan lingkungan. Penginderaan jauh makin banyak dimanfaatkan karena berbagai macam alasan sebagai berikut :
a.      Citra dapat dibuat secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan, contohnya hutan, rawa danpegunungan.
b.      Citra menggambarkan obyek dipermukaan bumi dengan wujud dan letak objek mirip dengan sebenarnya, gambar relatif lengkap, liputan daerah yang luas dan sifat gambar yang permanen
c.       Citra tertentu dapat memberikan gambar tiga dimensi jika dilihat dengan menggunakan stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sangat menguntungkan karena menjyajikan model obyek yang jelas, relief lebih jelas, memungkinkan pengukuran beda tinggi, pengukuran lereng dan pengukuran volume.
d.      Citra dapat menggambarkan  benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya. Sebagai contoh adalah terjadinya kebocoran pipa bawah tanah.
e.      Citra sebagai satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.
Inderaja memiliki peran yang sangat besar dalam sistem informasi data dan pengelolaannya. Peran tersebut antara lainuntuk mendeteksi perubahan data dan pengembangan model di berbagai kepentingan.

No comments:

Post a Comment