Penajaman kontras diterapkan untuk
memperoleh kesan citra yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan
mentransformasi seluruh nilai kecerahan. Hasilnya berupa nilai citra dengan
nilai kecerahan maksimum baru yang lebih tinggi dari nilai maksimum awal, dan
nilai minimum baru yang (pada umumnya) lebih rendah dari nilai minimum awal.
Histogram citra adalah suatu grafik
yang menyatakan hubungan antara BV (brightness value) dengan frekuensi. Dari
histogram pada suatu citra yang ada kita dapat menentukan berapa buah objek
yang terdapat pada citra tersebut. Satu kurva sempurna mencerminkan satu buah
objek. Jadi semakin banyak kurva yang terdapat pada suatu histogram maka
semakin bervariasi pula objek pada citra tersebut. Untuk tiap band yang berbeda
pada satu citra, memiliki histogram dengan bentuk kurva yang berbeda-beda pula.
Untuk penajaman citra sendiri
meliputi semua operasi yang menghasilkan citra baru dengan kenampakan visual
dan karakteristik visual yang berbeda (Projo, 1996). Citra baru disini
maksudnya aadalah citra dengan kenampakan yang lebih bagus dibanding dengan
citra aslinya.
Penajaman kontras (image
enchancement) meliputi seluruh operasi untuk menghasilkan citra baru dengan
kenampakan visual dan karakteristik spektral yang berbeda. Penajaman kontras
dilakukan untuk membuat citra memiliki kesan kontras yang lebih tinggi dari
citra awal. Penajaman citra dilakukan dengan mentransformasikan nilai piksel,
maka akan terbentuk nilai piksel maksmimum yang lebih tinggi dari nilai
maksimum awal dan umumnya nilai minimumnya lebih rendah dari nilai minimum
awal.
Fungsi dari penajaman citra sendiri
adalah untuk membuat kenamapakan visual citra menjadi jelas atau bagus sehingga
nantinya mempermudah dalam menginterpretasi citra tersebut.
Sifat penajaman citra terbagi 2, yaitu :
- Penajaman global (global enhancement) dimana seluruh piksel pada citra mendapat perlakuaan yang sama. Yang termasuk penajaman global, yaitu :
-
Penajaman linear
-
Perbesaran / pengecilan tampilan citra
-
Penajaman dengan operasi aritmetik
-
Penajaman dengan membuat citra komposit
-
Penisbahan citra, dll
- Penajaman lokal (local enhancement) dimana setiap piksel dalam penajamannya tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Yang termasuk penajaman lokal yaitu filter.
Penajaman kontras citra melaui histogram dapat
dilakukan dengan cara :
- Perentangan kontras (contrast streching) yaitu dengan memindahkan kurva pada histogram, dimana nilai minimum pada citra dilakukan pergeseran ke nilai minimum yang lebih tinggi daripada nilai minimum asli. Perentangan kontrast juga bisa dilakukan dengan mengalikan nilai BV dengan konstanta tertentu sehingga mendapatkan bentuk histogram yang lebih lebar.
- Equalisasi histogram yaitu mengubah nilai frekuensi pada suatu citra sehingga histogram hasil equalisasi menjadi lebih halus atau berbeda dengan histogram citra aslinya.
Perentangan kontras menciptakan
histogram baru dengan julat yang lebih lebar sehingga kualitasnya lebih baik.
Dengan julat yang makin lebar dapat dikenali objek dengan lebih mudah. Untuk
merentangkan kontras dilakukan dengan merubah nilai piksel dengan dikalikan
faktor pengali atau dengan perbandingan Np input-Np min dibagi dengan Np max-Np
min dikalikan panjang julat yang diinginkan. Maka akan didapat nilai piksel
baru untuk citra yang digunakan. Secara visual, hasil ini berupa citra baru
yang variasi hitam putih lebih menonjol, sehingga tampak lebih tajam dan
memudahkan proses interpretasi. (Projo Danoedoro, 1996 : 93).
Ekualisasi histogram dilakukan
dengan menonjolkan julat-julat tertentu dan memasukkan nilai piksel dari suatu
objek ke dalam nilai yang paling mendekati. Hal tersebut dimaksudkan untuk
memasukkan objek dengan nilai piksel yang hampir sama menjadi satu dan
ditonjolkan.
Dalam terapan untuk penginderaan
jauh, teknik penajaman kontras penting untuk dilakukan karena hampir semua
ekstraksi informasi membutuhkan bantuan teknik ini. Apabila dilakukan pada
citra dengan saluran tampak, maka teknik ini dapat dengan mudah membedakan
kerapatan vegetasi pada lahan pertanian atau bahkan sampai perbedaan suspensi
muatan tersuspensi dalam air dapat diketahui.
SPATIAL FILTERING
Pemfilteran (spatial filtering) sebenarnya merupakan kelompok operasi
tersendiri, dan bukan hanya penajaman. Swain dan Davis (1978) memberikan
batasan filter sebagai mekanisme yang dapat mengubah sinyal-sinyal optis,
elektronis maupun digital, sesuai dengan kriteria tertentu. Lebih lanjut,
keduanya menyatakan bahwa pemfilteran adalah suatu cara untuk ekstraksi bagian
data tertentu dari suatu himpunan data, dengan menghilangkan bagian-bagian data
yang tidak diinginkan.
Berbeda dengan teknik penajaman
kontras, operasi pemfilteran dapat diterapkan dengan mempertimbangkan nilai
piksel yang bertetangga. Oleh karena itu, teknik pemfilteran lebih sering
disebut sebagai operasi lokal (local operation), sedangkan teknik penajaman
yang lain sering disebut operasi titik (point operation) (Galtier, 1989).
Untuk spatial filtering, dikenal 2
istilah yaitu :
A.Lowpass Filtering
Pelembutan Citra (image smooting ) mempunyai tujuan
mengurangi noise pasda suatu image. Noise-noise tersebut muncul sebagai akibat
dari hasil pensamplingan yang tidak bagus. Pixel yanan komponen yang
mempunyai noise pada umumnya memiliki frekuensi yang tinggi (berdasarkan
analisis fourier) Komponen citra yang berfrekuensi rendah akan diloloskan dan
komponen yang mempunyai frekuensi tinggi akan ditahan. Operasi image smooting
disebut juga lowpass filtering.
B.Highpass Filtering
Tujuan dari image sharpening adalah
mempertajam edge pada suatu citra.
Operasi ini dilakukan dengan cara melewatkan citra pada highpass-filter. Highfilter akan memperkuat komponen yang
berfrekuensi tinggi dan menurunkan komponen berfrekuensi rendah. Penajaman
citra lebih berpengaruh (edge) suatu
objek, maka image sharpening sering disebut sebagai penajaman tepi(edge sharpening). Highpass filtering
koefisien-koefisien filternya bisa bernilai positip, nol, atau negatif.
Sedangkan jumlah koefisiennya adalah 0 atau 1. Apabila jumlah koefisien = 0, maka komponen berfrekuensi rendah akan
turun nilainya, sedangkan apabila jumlah koefisien sama dengan 1, maka komponen
berfrekuensi rendah akan tetap sama dengan nilai semula. Komponen citra yang
berfrekuensi tinggi akan diloloskan dan komponen yang mempunyai frekuensi
rendah akan ditahan.
Untuk mengimplementasikan proses
filtering dengan lowpass filter dan highpass filter pada suatu citra adalah
sebagai berikut :
v
Meload citra asli yang akan dilihat histogram
citranya (format BMP)
v
Menampilkannya dalam suatu axes
v
Melakukan operasi lowpass atau highpass filter
v
Menampilkan hasil citra tersebut pada axes
tertentu
v
Menampilkan difference
image pada axes lainnya
v
Serta menampilkan 2D dan 3D pada axes yang
berbeda
DAFTAR PUSTAKA
http://warokfatoni.blogspot.com/2010/03/penajaman-dan-pemfilteran-citra-digital.html.
”Penajaman dan Pemfilteran Citra Digital”.
Diunduh pada Sabtu, 29 September 2012.
http://pratamaismail.wordpress.com/2012/04/17/histogram-citra-dan-penajaman-kontras/.
”Histogram Citra dan Penajaman Kontras”.
Diunduh pada Sabtu, 29 September 2012.
http://pencariilmu-goresantinta.blogspot.com/2011/09/penajaman-kontras-pada-pemrosesan-citra.html.
”Penajaman Kontras dan Pemrosesan Citra”.
Diunduh pada Sabtu, 29 September 2012.
http://wilycahyadi.blogspot.com/2012/09/image-enhancement.html.
”Image Enchanchement”. Diunduh pada
Sabtu, 29 September 2012.
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2011-1-00599-mtif%202.pdf.
”Kecerahan Citra”. Diunduh pada Sabtu,
29 September 2012.

No comments:
Post a Comment