REVIEW
LITERATUR
LOKASI
& POLA RUANG
“TEORI
WEBBER & TEORI LOSCH”
Dosen
Pengampu :
Dra.
Bitta Pigawati, MT
Disusun
Oleh:
NUNGKY APRIDANINGTYAS
21040111060019
Program
Studi Diploma III
Perencanaan
Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik
Universitas
Diponegoro
Semarang
2012
Alfred Webber dan August Losch
merupakan pencetus teori tentang lokasi industry. Wrbber dalam teorinya
menyebutkan bahwa bahwa lokasi industri sebaiknya diletakkan di tempat yang
menyebutkan bahwa lokasi industri sebaiknya diletakkan ditempat yang memiliki
biaya yang memiliki sewa lahan paling minimal. Tempat yang memiliki total biaya
transportasi dan tenaga kerja yang minimal dan cenderung identik dengan tingkat
keuntungan yang maksimal. Ada tiga faktor yang mempengaruhi lokasi industri,
yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi atau
deaglomerasi. Dalam menjelaskan keterkaitan biaya transportasi dan bahan baku
Weber menggunakan konsep segitiga lokasi atau locational triangle untuk
memperoleh lokasi optimum. Untuk menunjukkan apakah lokasi optimum tersebut
lebih dekat ke lokasi bahan baku atau pasar.
Dalam segitiga lokasi
Weber di samping, memperlihatkan bagaimana cara meminimalkan biaya
transportasi. Memperhitungkan berat bahan baku = w (S1) ton yang akan
ditawarkan di pasar M, w (S1) dan w (S2) ton material yang berasal dari
masing-masing S1 dan S2 yang diperlukan. Masalahnya berada dalam mencari lokasi
pabrik yang optimal P terletak di masing-masing jarak d (M), d (S1) dan d (S2).
Beberapa metodologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah seperti
menggambarkan sebuah analogi ke dalam sistem bobot dan pulleys (Varignon's
solusi) atau menggunakan trigonometri. Cara lain yang biasanya dipilih oleh
para ahli geografi adalah dengan SIG.
Teori
Lokasi Weber ini bisa menjelaskan dengan sangat baik mengenai indutri berat
mulai revolusi industri sampai dengan pertengahan abad dua puluh. Bahwa
kegiatan yang lebih banyak menggunakan bahan baku cenderung untuk mencari
lokasi dekat dengan lokasi bahan baku, seperti pabrik alumunium lokasinya
harus dekat lokasi tambang dan dekat
dengan sumber energi (listrik).
Tidak
terlalu berbeda dengan Weber, dalam teorinya, Losch mengungkapkan bahwa lokasi
penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh
dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh
tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang
menghasilkan penjualan terbesar.

